Minggu, 05 Juli 2015

Bisa karena Biasa, Biasa karena ...

"Eh, teman kita itu, kok bisa ya jogging setiap pagi? Sementara kita masih santai-santai, bahkan biasanya belum mandi..." "Itu kan memang kebiasaannya, ya wajar lah...." Pernah mendengar percakapan seperti itu? Atau bahkan pernah menanyakan hal seperti itu? Kebiasaan itu apa sih? Dan dari mana munculnya kebiasaan?

Pertama, kita bahas tentang definisi kebiasaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebiasaan berarti sesuatu yang biasa dikerjakan atau pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu, dan dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama.

Kedua, kita lihat cara-cara terbentuknya kebiasaan. Cara pertama adalah dari peniruan anak terhadap orangtuanya. Misalnya, bila anak sering melihat orangtuanya bangun pagi dan membersihkan rumah, dia akan meniru dan lama-kelamaan rutinitas tersebut akan menjadi kebiasaannya. Kedua, kebiasaan yang diajarkan oleh orangtua kepada anaknya. Contohnya kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur, yang selalu diajarkan oleh orangtua kita dari kecil. Ketiga, kebiasaan yang timbul secara otomatis karena rutinitas sehari-hari, seperti kebiasaan dalam waktu tidur dan bangun, cara makan, dan hal-hal lain yang dilakukan setiap harinya. Yang terakhir adalah kebiasaan yang dibentuk dengan sengaja oleh diri sendiri, yang muncul bila seorang individu mengubah kebiasaan yang sudah ada menjadi lebih baik.

Ketiga, bagaimana cara membentuk kebiasaan baru yang lebih baik? Pastinya dimulai dari kesungguhan dan motivasi. Bila ingin mengubah suatu kebiasaan, kita harus meyakinkan diri bahwa kebiasaan yang sekarang kita lakukan ini kurang baik, dan harus diubah untuk kebaikan kita sendiri dan agar bisa mencapai apa yang kita inginkan. Setelah kita yakin dan bersungguh-sungguh ingin mengubah kebiasaan tersebut, tahap yang kedua adalah mulai dari hal-hal kecil, jangan langsung mengambil perubahan yang drastis. Misalnya, bila ingin rutin berolahraga, mulailah dari melakukan olahraga ringan seperti senam atau jogging selama sepuluh menit sebanyak dua kali seminggu, kemudian perlahan-lahan  tingkatkan hingga akhirnya menjadi setiap hari. Yang ketiga, konsisten. Kebiasaan baru harus dilakukan secara rutin selama minimal 21 hari agar menjadi kebiasaan yang permanen dan tidak mudah dilupakan.

Terkadang, kita merasa malas dalam melakukan suatu kebiasaan baru secara konsisten, dan berpikir "Hanya sehari saja kok aku tidak melakukannya, tidak apa-apa kan...". Salah. Bila sekali saja kita meninggalkan kebiasaan baru tersebut, pembentukan kebiasaan ini dapat menemui kegagalan. Lalu, bagaimana cara mengatasi rasa malas ini? Tentu saja dengan mengingat kembali motivasi kita untuk memulai kebiasaan baru. Dengan mengingat dan mengulang-ulang motivasi, kita akan semakin terpicu untuk mencapainya, dan rasa malas akan terusir. Kemalasan juga dapat dihindari dengan memberikan penghargaan pada diri sendiri bila kita berhasil melakukan kebiasaan tersebut secara rutin selama waktu tertentu. Misalnya, bila hari Senin sampai Sabtu selalu jogging setiap hari, maka hari Minggu kita bebas melakukan hobby kita, dan sebagainya.

Memang, mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Namun dengan kesungguhan dan kekonsistenan, kita pasti berhasil. Bisa karena biasa, biasa karena sungguh-sungguh dan konsisten menjalankannya. Setuju?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar